Jumat, 08 Juni 2012

Buku yang memotivasi

Membaca sebuah buku yang dapat dikatakan buku yang memotivasi walaupun belum selesai membacanya. Membuat saya berhenti membaca dan mengenang pengalaman hidup yang telah saya jalani sampai saat ini, pahit manisnya hidup ini. Penggarang buku yang membagikan pengalaman hidupnya tampak adalah seorang yang sangat optimis dalam menjalani hidup dengan keterbatasan yang dimilikinya walaupun sempat mengalami masa kekelaman ataupun keterpurukan. Pengalaman hidup dari sang penggarang membuat saya berpikir apa yang akan terjadi apabila hal itu terjadi pada saya. Apakah saya akan seperti penggarang? atau sebaliknya.

Pengalaman saya dari kecil, saya tidak pernah mengalami yang namanya berada di posisi bawah dari segi rangking baik dalam bidang apapun. Masa sekolah dari SD sampai SMA dapat dikatakan selalu mendapatkan rangking walaupun rangking yang didapatkan bukan rangking teratas tetapi masih dapat dikatakan cukup atas dari murid-murid dikelas. Selain prestasi akademik yang cukup memuaskan bagi saya sendiri, prestasi lain adalah olahraga yang telah saya digeluti dari kelas 4 SD membuat prestasi yang cukup memuaskan dibidang ini sampai akhirnya saya berhenti ketika merantau untuk berkuliah. Padahal awal masa-masa perkuliahan masih tetap berlatih sampai akhirnya benar-benar berhenti karena faktor "X". Selain akademik dan olahraga, bidang lain adalah musik. saya mampu memainkan beberapa alat musik. Hal ini cukup membuat saya menyenangi diri saya sendiri. Prestasi dan kemampuan dalam tiga bidang ini cukup membuat saya senang menjalani hidup terutama dikeluarga karena diantara kedua kakak-kakak saya, saya mampu dalam beberapa bidang. Saya juga cukup senang menjalani privat-privat les untuk mengasah kemampuan saya. Waktu-waktu selalu penuh dengan kegiatan-kegiatan yang saya jalani. Saya cukup senang dengan keadaan di waktu itu. Banyak hal yang cukup membuat saya senang diri saya sendiri. Selain itu, saya cukup mampu dalam berbahasa mandarin tidak seperti kedua kakak saya.

Tetapi ketika merantau untuk berkuliah, smuanya telah berubah. Diawal-awal perkuliahan saya mulai merasakan hal yang belum pernah saya rasakan yaitu berada di posisi bawah. Berasa bagaikan dulu berada di puncak sebuah gunung sekarang berada di lembah ataupun jurang. Hal ini cukup menyakitkan bagi saya untuk menjalani hidup yang demikian, merasa tersiksa untuk menjalani hidup ini dan cukup membuat frustasi dan depresi. Tetapi cukup besar dukungan dari lingkungan yaitu dari orangtua dan teman membuat diriku berusaha tetap menjalani hidup ini. Walaupun telah ada dukungan lingkungan, kadang-kadang persepsi negatif dari lingkungan bermunculan membuat down. Persepsi negatif selalu bergantian datang dengan persepsi positif dimana kadang-kadang merasakan terdorong untuk maju dan untuk mundur. Hal ini membuat saya sadar tentang makna kehidupan bagaikan sebuah roda selalu berputar adakalanya berada diatas ataupun dibawah. Bagaimanapun kita tetap harus berusaha menjalani hidup ini.

Pengalaman singkat yang diceritakan diatas ini membuat saya berkeinginan menjadi orang seperti penggarang buku ini dimana cukup optimis dalam menjalani hidupnya. Selain optimis, penggarang terlebih dahulu berada dalam keterpurukan situasi akhirnya bangkit sedangkan saya terlebih dahulu berada di posisi teratas dan sekarang dimasa-masa keterpurukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar